PUISI : LELAKI YANG TAK DICINTAI PEREMPUAN YANG IA CINTAI
Denting jarum jam bergemuruh di telinga lelaki itu
Ditatapnya jam tua di dinding rumah yang hampir roboh
Sang lelaki bergeming, terduduk di lantai kotor rumahnya
Hening
Matanya menyiratkan kerinduan, lalu menumpahkan air mata
Perlahan, perlahan, perlahan air matanya menyelususri sela-sela
pipi sang lelaki
Membasahi relung-relung nestapa dirinya sendiri
Sedikitpun ia tak ingin mengusapnya
Hening
Ia sedang merindu sang kekasih yang entah ada dimana
Seorang perempuan yang bahkan tidak mencintainya sama sekali
Seorang perempuan yang tega meninggalkannya saat ia membutuhkan
dekap hangat sang kekasih
Patah hati yang membuatnya seperti mayat hidup
Hidup tapi mati, mati tapi hidup
Hingga akhirnya, ia tak percaya lagi cinta
Sebab cinta adalah rasa tanpa tujuan
Komentar
Posting Komentar