(?)
Dirimu menjelma untaian kata,
tersusun menjadi bait-bait kalimat
dalam sebuah puisi rasa.
Dirimu adalah satu-satunya
alasan
dari segala perasaan
yang aku rasa.
Mungkin kah dirimu mengetahuinya?
Betapa tersiksanya
diriku,
saat kulihat dirimu
dengan seorang yang lain selain diriku.
Tahukah dirimu?
Betapa nestapanya
batinku,
saat kuhanya bisa melihat
dirimu dalam sebuah foto
dalam genggaman ponsel pintarku.
Apa kah kau tahu?
Betapa aku,
sangat-sangat
merindukanmu.
April - 2019
Komentar
Posting Komentar