PUISI : ESKAPIS


ESKAPIS

Pagi itu,
Matahari perlahan menampakkan tubuhnya
Dibalik ranting-ranting pohon edelweis
Dan kau menghampiri untuk menciumi bunganya, kasihku
Lalu kau menarik lenganku, memaksaku berdiri di sebelahmu
Membisikkan sesuatu tentang dirimu yg nyaman disampingku
Kau paksa aku untuk menghirup aroma segar puncak gunung
Dan tak sengaja ku cium pula aroma segar bunga edelweis disebelahmu
Kau ingin memetiknya, kubilang “jangan”
“Biarkan ia hidup di rumahnya”
Kau genggam tanganku lalu kemudian memelukku
Ku meneteskan air mata, merasa aku dapat melindungimu segenap jiwa dan ragaku
Kucium keningmu, kubilang “aku cinta padamu”
Kau membalas dan bilang bahwa kau juga mencintai ku
Aku senang bisa mendaki gunung dengan mu


Lalu kemudian.... aku terbangun dari tidurku
Ah sial. Semua itu Cuma mimpi dalam tidurku!

Komentar

Postingan Populer