PUISI : PADA SENJA
Pada senja, di tengah hiruk pikuk kota
Aku sampaikan, aku tak lagi "jantan"
Secercah harapan
Dikalahkan kenyataan
Pada senja, di tengah hiruk pikuk kota
Suara bising kendaraan menjadi saksi:
Hati ku berkata-kata
Tapi mulut ku bisu
Pada senja, di tengah hiruk pikuk kota
Ku memilih untuk tidak mengabadikan momen
Sebaik-baik lensa adalah mata kita,
sebaik-baik memori adalah otak kita
Biar tersimpan rapih tanpa ada bekas sedikitpun
yang akan meluka
Pada senja, di tengah hiruk pikuk kota
kau lihat sendiri,
ada yang "tenggelam"
di tengah lalu lalang kendaraan
Dan gelapmu,
menghantarkannya pulang
Pada senja, terimakasih kuucapkan.
Komentar
Posting Komentar